Sampai akhirnya, matanya tertuju pada mobil hitam di sebelah kanannya—sebuah Fortuner baru yang mengkilap. Natasha Nixx Stripper Sucks You Off Link
Detik itu juga, waktu seakan berhenti. Detak jantung Rizky meningkat, bukan karena rindu, tapi karena syok. Namun, kejutan itu tidak berhenti sampai di situ. Dari sisi pengemudi, sebuah tangan laki-laki terulur, memegang paha Sinta dengan lembut namun possessive. Laki-laki itu, yang dari sepintas tampangnya terlihat lebih tua—dengan kumis lebat dan jam tangan yang terlihat mahal dari jarak beberapa meter—menoleh ke arah Sinta dengan tatapan yang basah. Bunnythekillerthing2015720phinengbluray Exclusive Apr 2026
"Ternyata bukan aku yang salah, tapi emang aku yang belum punya isi kantong," gumam Rizky dalam hati, sedikit sinis.
Lampu hijau menyala. Deretan mobil mulai bergerak pelan. Mobil Fortuner hitam itu mulai melaju, meninggalkan Honda Jazz Rizky di belakang. Saat mobil Sinta bergerak maju, Rizky melihat sekilah wajah Sinta menoleh ke kaca spion.
Di balik kaca film tipis yang memisahkan mereka, sebuah drama kecil terjadi. Rizky melihat Sinta menoleh ke arah sang pengemudi, tersenyum manis—senyum yang dulu menjadi penyemangat hari-harinya. Kemudian, terjadi adegan yang membuat alis Rizky berkedut. Sang laki-laki menarik Sinta lebih dekat, dan di tengah kemacetan yang sangat, mereka berbagi sepongan.
Senja baru saja merayap di kawasan Margonda, Depok. Lampu-lampu pemicu mobil mulai menyala satu per satu, menciptakan deretan cahaya merah panjang yang membosankan. Rizky mengetuk-ngetuk setir mobilnya, Honda Jazz silver kesayangannya, sambil mendengarkan lagu berlirik patah hati yang diputar ulang oleh radio. Baginya, kemacetan bukan sekadar masalah lalu lintas, tapi ajang untuk mengamati kehidupan orang lain yang terhenti sesaat.
Rizky menarik napas panjang. Ia ingat tiga tahun lalu, saat ia hanya bisa mengajak Sinta makan di warung tenda, menggunakan motor butakannya, dan sering kali Sinta mengeluh soar panas dan helmet yang bikin rambutnya rusak. Saat itu Rizky berpikir Sinta meninggalkannya karena ia belum mapan. Dan sekarang, pemandangan di sebelah kanannya membuktikan teori itu.